BRISyariah selalu Mengedepankan Prinsip Kehati-hatian

Di industri perbankan, salah satu fokus pengembangan bisnisnya adalah pada pembiayaan dan pendanaan dengan berbagai varian produk yang ditawarkan kepada nasabahnya. Dari produk-produk tersebut, bisa diklasifikan bahwa untuk pendanaan seringkali fokus pada penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sedangkan pembiayaan lebih fokus pada penyaluran dana ke pihak ketiga.

Tentu saja, selain kedua produk tersebut, ada juga perbankan yang telah melantai di lantai bursa, menghimpun dana dari para investor melalui saham yang dijualnya melalui bursa. Dana segar ini seringkali digunakan untuk pengembangan usaha, meningkatkan layanan kepada nasabah baik layanan tradisional maupun melalui teknologi informasi hingga meningkatkan awareness masyarakat terhadap brand perusahaan melalui kegiatan salah satunya CSR.

Nah, akhir-akhir ini, industri perbankan menghadapi tantangan dari sejumlah perusahaan non lembaga keuangan yang mengembangkan layanan yang hampir mirip dengan apa yang ditawarkan perbankan. Mereka mengembangkan jasa layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi.

Skema ini dikenal dengan skema peer-to-peer (P2P) Lending. Konsepnya mirip marketplace yang mempertemukan antara pembeli dengan penjual. Hanya saja, dalam P2P Lending memungkinkan setiap orang untuk memberikan pinjaman atau mengajukan pinjaman yang satu dengan yang lain untuk berbagai kepentingan tanpa menggunakan jasa dari lembaga keuangan yang sah sebagai perantara.

Dengan kata lain, daripada mengajukan pinjaman melalui lembaga resmi seperti bank, koperasi, jasa kredit, pemerintah dan sebagainya yang prosesnya jauh lebih kompleks, sebagai alternatif, masyarakat bisa mengajukan pinjaman yang didukung oleh orang-orang awam sesama pengguna sistem P2P Lending.

Jadi dalam skema P2P lending ini, si perusahaan bisa menjodohkan para pencari pinjaman (debitur) dan para pemberi pinjaman (kreditur) dengan cepat, tepat, akurat, aman, serta kapan saja. Bahkan dibandingkan dengan perjodohan ala bank. Hasilnya, pencari pinjaman dapat akses keuangan cepat dan mudah. Sementara pemberi pinjaman bisa mendapatkan pendapatan bunga bersama dengan pengembalian pinjaman. Dalam P2P, uang yang dipinjam juga dikenakan sejumlah bunga yang per bulannya bersaing dengan bunga Kredit Tanpa Agunan (KTA).

Tentu saja, skema P2P ini sangat berbeda dengan sistem perbankan. Meski demikian, P2P Lending ini bukan berarti tak memiliki resiko. Alasan ini pula yang mendorong Otoritas Jasa Keuangan mengeluarkan Peraturan OJK No. 77 Tahun 2016 tentang layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi.

Melalui beleid ini, OJK mengatur pengembangan bisnis P2P lending. Mulai dari kepemilikan saham asing yang maksimal 85 persen, kemudian modal minimal Rp 2,5 miliar hingga pembatasan maksimal pinjaman dan bunga serta keharusan pembuatan escrow account bagi peminjam.

Sedangkan perbankan lebih mengutamakan sistem kehati-hatian alias prudent. Pihak bank tidak bisa serta merta mencairkan pinjaman yang diajukan debitur tanpa mengetahui profil debitur secara lengkap, profil bisnisnya secara rinci, kemampuan melunasi pinjaman secara akurat hingga akurasi dan layak tidaknya barang yang diajukan sebagai jaminan.

Nah, prinsip kehati-hatian ini pula yang menjadi concern PT Bank BRISyariah. Pembiayaan dan pendanaan yang dilakukan anak perusahaan salah satu bank BUMN terbesar di Indonesia ini juga dilakukan secara akurat, rinci hingga prudent serta yang terpenting tetap mengedepankan prinsip-prinsip syariah dalam pengelolaannya.

Untuk produk pendanaan dan pembiayaan, BRISyariah membaginya dalam kategori Perbankan Personal, Perbankan Bisnis, dan Jasa Perbankan Lainnya. Masing-masing memiliki varian produk yang beragam. Sedangkan untuk meningkatkan layanan berbasis teknologi informasi, BRISyariah telah mengembangkan teknologi informasi untuk penguatan digital banking. Hal ini dilakukan dengan peningkatan produk yang sudah ada melalui layanan integrasi dari Internet Banking BRIS dan Mobile Banking andalan BRISyariah yang diberi nama BRIS Online.

Aplikasi mobile layanan berbasis portal electronic banking (e-banking) BRISyariah ini memiliki berbagai kemudahan, antara lain: Mobile Banking BRIS, Internet Banking BRIS, E-form, E-Registration, Informasi Produk BRISyariah, Informasi Lokasi Kantor Cabang, ATM BRISyariah dan Masjid hingga Informasi Promo BRISyariah. Yang pasti, aplikasi ini akan memudahkan nasabah BRISyariah untuk memanfaatkan layanan perbankan BRISyariah, di mana saja, kapan saja, melalui perangkat mobile/gadget, tanpa perlu mendatangi Kantor BRISyariah.