Faedah Lingkungan Hidup BRIsyariah berupa bantuan bibit pohon kelengkeng bagi keluarga down syndrome di desa Krebet Kec. Jambon Kab. Ponorogo

 PONOROGO – PT Bank BRIsyariah Tbk atau BRIsyariah melaksanakan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR)

berupa penanaman 300 bibit pohon kelengkeng di Desa Krebet, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (11/5). Penanaman pohon klengkeng secara simbolis dilakukan oleh Direktur Utama BRIsyariah Moch. Hadi Santoso.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Camat Jambon Toni Sumarsono, Kepala Desa Krebet Jemirin, Kapolsek Jambon AKBP Djoko Winarto, Danramil Jambon, Kapten CZI Hadi Eko Santoso, Ketua Yayasan Garda Hijau Bumi Yusanto, dan Direktur Operasional BRIsyariah Wildan.

Kegiatan penanaman pohon klengkeng tersebut bekerja sama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Direktur Utama BRIsyariah Moch. Hadi Santoso mengatakan, Perseroan berupaya terus melakukan bisnis yang pro lingkungan. Terlebih, BRIsyariah baru saja melakukan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Mei 2018 lalu. Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan dituntut untuk melakukan bisnis yang bersahabat dengan lingkungan.

“Kami akan melanjutkan bisnis pro lingkungan, salah satu contohnya adalah kami membiayai pembangkit listrik minihidro di Bali, dimana untuk sumber yang menggerakan generator listrik diambil dari aliran sungai sehingga tidak merusak lingkungan sekitarnya,” kata Hadi dalam sambutannya di acara tersebut.

Hadi menjelaskan, penghijauan yang dilakukan di Desa Krebet tersebut merupakan pertama kalinya di Jawa Timur. Sebelumnya, BRIsyariah telah melaksanakan kegiatan penghijauan bersama Mbah Sadiman pelopor gerakan penghijauan di Desa Conto Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, tahun lalu.

Tahun ini, BRIsyariah membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan fisik dan mental yang disebabkan oleh faktor genetik alamiah pada sebagian besar masyarakat Desa Krebet, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, yang dikenal dengan nama kampung Down Syndrome.

“Untuk tahun 2018 ini, kami kembali lagi dengan program penghijauan di Desa Krebet, Kabupaten Jambon. Pemilihan lokasi ini dilatarbelakangi oleh keunikan warga desa ini, yaitu para penderita down syndrome yang memang sangat layak untuk dibantu,” terangnya.

Penanaman pohon klengkeng merupakan saran dari Yayasan Garda Hijau Bumi. Hal tersebut dikarenakan kontur tanah di Desa Krebet sehingga pohon klengkeng mudah tumbuh dan akan berbuah dalam waktu yang tidak terlalu lama. Kegiatan tersebut sekaligus memberdayakan masyarakat melalui kegiatan yang mudah dengan memelihara dan mengawasi tanaman yang telah ditanam.

“Kami berupaya memberikan bantuan dalam bentuk tanaman yang berkualitas sehingga dapat dikonsumsi masyarakat khususnya keluarga down syndrome untuk menambah nilai asupan gizi mereka,” imbuh Hadi.

Selain kepedulian terhadap lingkungan, BRIsyariah juga memberikan bantuan kepada warga penderita down syndrome dalam bentuk paket sembako. Sebanyak 100 paket sembako diberikan kepada 100 keluarga penyandang down syndrome di wilayah tersebut. Kegiatan pembagian sembako bekerja sama dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI.

“Kami berharap bantuan kami ini dapat bermanfaat bagi lingkungan dan warga desa ini. Dan kami juga berharap upaya kami dapat diteladani oleh perusahaan-perusahaan lainnya untuk membantu dan membangun Desa Krebet dan desa-desa lainnya di sekitarnya yang memiliki keunikan warga yang sama,” ucap Hadi.

Selama 2018, BRIsyariah menganggarkan dana kebajikan CSR senilai Rp 700 juta. Penyaluran dana CSR difokuskan pada beberapa bidang, antara lain faedah sosial, faedah pendidikan, faedah lingkungan hidup, faedah kesehatan, dan faedah pemberdayaan ekonomi, yang kami sosialisasikan dengan tagar #BRISBerfaedah

Pada hari yang sama, Direktur Utama BRIsyariah Moch. Hadi Santoso memberikan kuliah umum bertema “Perkembangan Perbankan Syariah Dalam Era Millenial” di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo.

Dalam kuliah umum tersebut, BRIsyariah bersama YBM BRI juga memberikan beasiswa sebesar Rp 48 juta kepada 10 orang mahasiswa dari keluarga tidak mampu namun berprestasi.

Kemudian selanjutnya, Hadi memaparkan mengenai kondisi makro ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh sebesar 5 persen per tahun sehingga berdampak baik terhadap iklim investasi.

Dari sisi keuangan syariah, pangsa pasar perbankan syariah dari sisi aset mencapai 5,7 persen dari total aset industri perbankan di Indonesia. Rendahnya penetrasi perbankan syariah dikarenakan masih kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap perbankan syariah. Namun, hal itu juga menjadi peluang untuk meningkatkan inklusi keuangan syariah di tanah air.

Generasi millenial umumnya ditandai oleh peningkatan penggunaan dan keakraban dengan komunikasi, media, dan teknologi digital. Di sisi lain, generasi millenial merupakan pribadi yang pikirannya terbuka, pendukung kesetaraan hak (misalnya tentang kaum minoritas). Mereka juga memiliki rasa percaya diri yang bagus, mampu mengekspresikan perasaannya, optimis, dan menerima ide-ide dan cara-cara hidup.

Karakteristik tersebut mendukung peningkatan transaksi belanja online dari tahun ke tahun. Laju pertumbuhan majemuk tahunan transaksi belanja online sebesar 30,7 persen, menggambarkan masih besarnya peluang bagi industri ekonomi digital untuk tumbuh. Pelaku ekonomi digital terdiri dari perusahaan Financial Technology (Fintech), e-Commerce, Market Place, dan toko online.

“Hadirnya Fintech dalam dunia layanan finansial membuat pergeseran perilaku pasar. Kehadiran Fintech menjadi ancaman atau peluang tergantung dari cara menyikapinya,” kata Hadi.

Karenanya, diperlukan sebuah transformasi yang meliputi perubahan struktur organisasi termasuk sumber daya manusia (SDM), perubahan bisnis proses dan perubahan strategi. Hal tersebut menjadi tuntutan untuk memenuhi kebutuhan pasar dimana kebutuhan pasar jasa keuangan saat ini telah menuju era digitalisasi.

BRIsyariah juga terus mengembangkan teknologi informasi untuk penguatan digital banking demi memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada nasabah. Hal itu dilakukan dengan peningkatan produk yang sudah ada melalui layanan integrasi dari Internet Banking BRIS dan Mobile Banking andalan BRISyariah yang diberi nama BRIS Online.*

Untuk informasi lebih lanjut silakan menghubungi:

Indriati Tri Handayani

Sekretaris Perusahaan BRIsyariah

Jl. Abdul Muis No.2-4

Jakarta Pusat 10160

Telp. ‪021-3450226‬/27 Fax. ‪021-2311834‬/3518812

Email: indriati.handayani@brisyariah.co.id / indriatith@gmail.com