Layanan Kunjungan Nasabah

Program Layanan Kunjungan Nasabah merupakan salah satu bentuk kepedulian Perusahaan Asuransi plat merah yang melayani TNI, Polri dan ASN Kemhan/Polri kepada pesertanya. Dari tahun ke tahun data–data peserta perusahaan milik pemerintah ini mengalami perubahan-perubahan. Kondisi tersebut mengharuskan PT ASABRI (Persero) salah satu BUMN yang bergerak di bidang Asuransi Sosial  untuk terus berbenah dalam melakukan kebijakan strategisnya, khususnya dalam memberikan pelayanan prima kepada para peserta aktif, pensiunan.

Rabu (25/10) Sekretaris Perusahaan PT ASABRI (Persero) Joko Rachmadhy S.E, M.M didampingi Kepala PT ASABRI (Persero) Cabang Denpasar, Yudha Gelorawan S.H melakukan Layanan Kunjungan Nasabah kepada peserta Asabri di wilayah Bali.  Kunjungan pertama mengunjungi kediaman Ni Ketut Nendri janda dari Wayan Gotra seorang pensiunan yang menjadi peserta PT ASABRI.

“ LKN dilakukan dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada seluruh peserta Asabri. Kegiatan ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi kepada peserta tetapi dapat secara langsung mengetahui keberadaan dan kondisi peserta untuk pembaruan data peserta, terkait alamat, status dan lain-lain misalnya, untuk memperbarui data apakah anak peserta sudah tidak berhak menerima tanggungan, peserta punya istri atau istrinya meninggal, atau peserta sendiri sudah meninggal.  Setelah itu akan terbit Surat Peryataan Tanda Bukti Diri (SPTB) yang menjadi acuan dalam memberikan hak-hak perserta.  “Dengan pembaruan data yang dilakukan secara berkala,  pembayaran yang menjadi hak peserta bisa diterima tepat waktu, tepat alamat, dan tepat jumlah,” terang Joko. LKN dilakukan setiap triwulan dengan melakukan kunjungan minimal 4 orang peserta.

Kunjungan dilanjutkan kembali di kediaman Ni Nengah Murtiasih (80) di Jalan Dahlia, Denpasar, yang merupakan istri dari Almarhum Wayan Surpha (80) pensiunan anggota Polri yang juga diberikan bantuan sejumlah uang dan bingkisan oleh Asabri itu.

Dalam kunjungan ke rumah Nengah Murtiasih ini, Yudha Gelorawan S.H menerangkan
“Kegiatan LKN ini menyasar para pensiunan anggota TNI/Polri maupun PNS yang usianya di atas 75 tahun atau pensiunan janda di bawah 45 tahun,” Untuk  pensiun  diatas 75 tahun kita kunjungi karena mereka telah sepuh dan mereka juga sudah kita anggap seperti orang tua sendiri, sedangkan untuk janda dibawah 45 tahun kita kunjungi apakah mereka saat itu telah menikah lagi  atau berkeluarga  karena apabila telah menikah maka hak pensiunnya diberhentikan.