Raih Kualitas Hidup Lewat Asuransi

Tingkat kesadaran masyarakat Indonesia akan asuransi termasuk rendah. Bisa dibilang sebanyak 120 juta masyarakat Indonesia belum terproteksi oleh asuransi terutama dari kalangan menengah ke bawah. Akibatnya banyak orang yang tak bisa melindungi dirinya termasuk keluarganya dari musibah yang terjadi di masa depan.

Berangkat dari kondisi tersebut, Tokio Marine Life Insurance Indonesia menyambangi 26 sekolah yang ada di Bekasi dan menggelar talkshow edukasi perencanaan keuangan yang dihadiri oleh 73 guru dari berbagai sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP sampai SMA dengan tema “Asuransi? Pelajari Baru Beli!”

Acara tersebut digelar di Saung Sari Parahyangan Bekasi, Rabu (8/11/2017) yang menghadirkan pembicara Head of Agency Training Departement PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia, Jeanette Indrawati dan Leader Training Departement Albertus Iwan Erstyawan. Sebelumnya, Tokio Marine juga sudah menggelar acara serupa di Bogor dan Tangerang.

Bisa dibilang para guru di Indonesia saat ini sedang menanti Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan gaji bulanan yang akan dibayarkan bersamaan. Hal ini menjadi kabar gembira bagi 1,3 juta guru PNS di Indonesia. Besaran tunjangan yang didapat bagi guru non PNS berkisar Rp 1,5 juta per bulan. Namun dari tunjangan tersebut seberapa besar yang dialihkan untuk investasi di masa depan?

Sebelum pertanyaan itu terjawab ada baiknya melihat dulu bagaimana perjalanan finansial berdasarkan umur seseorang. Usia produktif adalah masa emas untuk mencari penghasilan sebanyak-banyaknya. Mulai dari usia 20 tahun sampai 55 tahun seseorang bisa membawa pulang gaji dari Rp 3 juta sampai Rp 20 juta per bulan sampai memasuki masa pensiun di atas 55 tahun.

Saat usia produktif, pasti setiap orang memiliki ekpektasi finansial diantaranya untuk menikah, punya rumah, anak pertama, anak kedua sampai membiaya pendidikan anak tingkat lanjut dan mempersiapkan pensiun dengan baik tanpa kekurangan uang.

Namun yang terjadi adalah sebaliknya. Hampir 80% eksekutif atau pekerja usia produktif terancam miskin di hari tua. Hal ini bisa terjadi karena sejak awal mereka tidak memiliki perencanaan keuangan yang tepat sampai hari tua. Masa produktif hanya habis untuk mengikuti gaya hidup yang konsumtif sehingga membuat mereka terlena. Akibatnya banyak diantara mereka juga yang terjebak pada hutang yang bertumpuk dan membuat hidup jadi tidak berkualitas.

Saat ini berapa banyak diantara Anda yang lebih memilih membeli emas daripada membeli smartphone? Atau membeli jam tangan dengan membeli saham? Atau membeli mobil dengan membeli rumah? Hampir sebagian besar pasti memilih untuk membeli smartphone, jam tangan, dan mobil. Padahal barang-barang terebut nilainya akan turun dari tahun ke tahun. Sebaliknya jika membeli rumah, emas dan saham nilainya akan terus meningkat.

Selain gaya hidup konsumtif, kebiasaan berhutang juga turut memengaruhi kualitas hidup seseorang di hari tua. Saat ini banyak orang yang memilih membeli mobil, jam tangan, berbelanja sandang, dan pangan dengan “berhutang”. Ada kebanggaan dan kepuasan tersendiri bila bisa memiliki barang-barang yang sudah diimpikan tersebut. Hanya sayangnya hampir kebanyakan dari mereka terlena sehingga membuat hutang semakin menumpuk.

Bila sudah demikian, tentunya sampai hari tua kehidupannya akan dikejar-kejar oleh debt collector setiap saat. Mereka harus membayar pokok hutang berikut dengan bunganya yang mencekik leher. Tentunya hutang konsumtif seperti itu sebaiknya dihindari. Tapi ada juga orang yang berhutang untuk kebutuhan produktif seperti untuk menjalankan bisnis atau usaha, yang tujuannya adalah untuk memperbesar aset pribadinya sendiri.

Hutang produktif dibolehkah asalkan dikelola dengan baik dan sangat hati-hati penggunaannya agar di hari tua tidak menimbulkan masalah yang bertambah pelik. Jadi yang penting sekarang adalah bukan besarnya penghasilan, melainkan bagaimana mengelola penghasilan itu agar dapat memperbesar aset keuangan di hari tua.

Nah, asuransi bisa menjadi pilihan untuk memberikan proteksi terhadap kemungkinan terjadinya faktor risiko dalam kehidupan seperti penyakit, kecelakaan hingga kematian. Dengan disiplin menyisihkan cadangan bulanan sebesar Rp 500.000 per bulan untuk asuransi, maka secara tidak langsung Anda sedang mempersiapkan hari tua dengan baik.

Sebagai salah satu perusahaan asuransi, Tokio Marine Life Insurance Indonesia bisa menjadi pilihan untuk memproteksi kehidupan Anda dan keluarga dari faktor risiko di kemudian hari. Dengan premi yang terjangkau Anda sudah mempersiapkan diri dengan baik untuk kehidupan hari tua nanti.