Tokio Marine Life Insurance Indonesia Edukasi Para Guru Tentang Literasi Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia secara nasional pada tahun 2016 sebesar 29,66 persen, naik 7,82 persen jika dibandingkan dengan hasil survei OJK tahun 2013 sebesar 21,84 persen. Tentu saja, dengan tingkat literasi keuangan yang tergolong masih rendah, masyarakat seringkali dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memasarkan produk atau layanan jasa keuangan dengan berbagai cara dan iming-iming menggiurkan.

Nah, untuk mendorong literasi keuangan sekaligus memberi pemahaman manfaat asuransi, PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia, menggelar “Edukasi Perencanaan Keuangan Untuk Guru/Financial Literacy: Asuransi? Pelajari, Baru Beli!”, Kamis 24 Agustus 2017 di Rumah Makan Remaja Kuring, Tangerang Selatan, Banten. Dalam acara itu, hadir 65 orang guru, baik perempuan dan laki-laki, dari sekolah di sekitar Tangerang Selatan antara lain Madrasah Ibtidaiyah (MI) Assa’adatuddarain 1, Sekolah Dasar (SD) Roudlatul Hikmah, Madrasah Tsanawiyah (MTS) Unwaanunnajah, dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Al Kautsar.

Turut hadir, Head of Human Resources Department PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia Fonny Kusuma dan Agent Training Head PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia, Meigawati. Head of Marketing Communications and Corporate Branding PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia Ferawati Gondokusumo dalam sambutannya menyampaikan para guru harus memiliki kemampuan mengatur finansial dengan benar agar gaji yang didapat tidak hilang begitu saja. Salah satu yang harus dimiliki, agar stabilitas keuangan tetap terjaga ketika terjadi musibah atau risiko, yaitu mempunyai asuransi. Usai sambutan dan ice breaking, Leader Training Head PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia, Aloysius Hure, menyampaikan materi Perencanaan Keuangan dan Pengelolaan Hutang.

Aloysius menyampaikan, saat ini tingkat kesejahteraan para guru terus meningkat. Ditandai dengan kebijakan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Gaji Bulanan yang dibayarkan bersamaan. Alhasil, para guru ditantang lebih bijak mengelola keuangan, sekaligus cermat memilih asuransi. Aloysius memberi ilustrasi, dari sisi ekspektasi finansial, biasanya di usia 25-30 tahun seseorang berharap memiliki rumah pertama, lalu di usia 30-35 tahun punya mobil pertama, kemudian di usia 35-55 tahun mampu membiayai anak sampai jenjang pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan dana pensiun, dan pada usia 55 tahun ke atas, berharap hidup tenang damai tanpa kekurangan uang.

Semua ekspektasi itu, nyatanya sering tak terjuwud karena tidak memiliki pengetahuan tentang pengelolaan keuangan yang tepat dan asuransi. Tak heran, jika merujuk pada hasil Survei AC Nielsen dan Citibank 2004 [FG1] , 80% eksekutif terancam miskin di hari tua karena tidak mampu mengelola keuangan dan menyiapkan asuransi. Para guru juga diingatkan untuk mempersiapkan dana cadangan. Pasalnya, semakin usia bertambah, maka risiko yang harus dicadangkan dalam bentuk dana pun akan makin besar. Misal, di atas usia 50 tahun, boleh jadi kebutuhan dana cadangan akan mencapai puluhan juta bahkan lebih. Ada dua metode yang bisa dipilih. Pertama, dana cadangan disediakan sendiri, dengan menyisihkan pendapatan untuk ditabung.

Namun cara ini biasanya sangat sulit karena terbentur dengan kebutuhan belanja dan gaya hidup. Kedua, dengan memilih cara cerdas berasuransi, di mana dana cadangan disediakan asuransi dengan cara membayar premi sedikit demi sedikit, hingga dana cadangan cukup. Dengan disiplin, nilai uang di masa depan akan makin besar karena ditempatkan pada keranjang yang tepat. Aloysius mengemukakan, hutang tidak dilarang asal digunakan untuk kepentingan produktif. Misal hutang KPR yang kemudian dicicil karena dalam jangka panjang nilai aset properti akan terus naik.

Yang pasti, dalam berhutang, perhatikan sejumlah aturan sederhana. Contoh, pembayaran total hutang tidak melebihi 35% pendapatan tetap bulanan. Minimum 20% untuk hutang produktif dan maksimum 15% untuk hutang konsumtif. Kemudian, jumlah hutang tidak melebihi 50% dari aset atau harta. Yuk, disiplin menyisihkan sebagian dana untuk masa depan dan bijaksanalah dalam menentukan prioritas kebutuhan hidup. PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia menawarkan berbagai produk asuransi unit link, salah satunya TM Link ProteksiKu yang hadir untuk memberikan beragam manfaat serta perlindungan bagi Anda dan keluarga.