kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45989,59   -6,37   -0.64%
  • EMAS998.000 -0,60%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

4 Sektor Industri Terdampak COVID-19, Apa Saja?


Rabu, 09 Februari 2022 / 15:02 WIB
4 Sektor Industri Terdampak COVID-19, Apa Saja?
ILUSTRASI. Kontan - duitku.com Seremonia Digital

Reporter: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal

KONTAN.CO.ID - Masa pandemi ini memang sangat mempengaruhi semua aktivitas di dunia, terutama untuk sektor industri. Sektor industri ini menjadi salah satu sumber penghasilan yang cukup besar. Selama adanya pandemi, ada banyak sekali sektor industri yang macet, bahkan harus berhenti. Namun, seiring dengan berjalannya waktu kondisi mulai membaik begitupun dengan sektor-sektor industri yang terdampak itu sendiri.

Virus Covid-19 ini memang sempat menghentikan beberapa roda bisnis dari beberapa industri yang tidak dapat berjalan hanya dengan bekerja dari rumah saja. Kondisi ekonomi dari beberapa industri tersebut memang harus mengalami suatu penurunan secara signifikan selama masa pandemi tersebut. Bahkan, ada banyak perusahaan memotong gaji para karyawannya dan bahkan melakukan PHK.

Hal tersebut tentu saja sangat mengganggu kondisi ekonomi masyarakat dan negara secara keseluruhan. Bahkan, tidak hanya di Indonesia saja, kondisi ini juga dialami oleh negara lain di dunia secara global. Oleh karena itu, saat ini dilakukan beberapa kebijakan untuk melonggarkan peraturan pembatasan untuk memulihkan kondisi ekonomi secara perlahan dari beberapa sektor industri tersebut.

Lalu, apa saja sektor industri yang mana terdampak Covid-19 dan sempat mengalami penurunan, bahkan berhenti sementara? Inilah beberapa di antaranya:

Sektor Industri Pariwisata
Di dalam sebuah suatu riset yang tercantum di dalam sebuah website, industri pariwisata ini menjadi salah satu industri yang terdampak cukup tinggi karena virus Covid-19 ini. Hal tersebut memang wajar karena ada banyak sekali negara yang menerapkan peraturan untuk melakukan lockdown hingga beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan.

Akibatnya, bisnis di bidang pariwisata terhenti secara otomatis agar dapat mencegah penyebaran dari virus Covid-19 antar negara itu sendiri. Bahkan, tidak hanya pariwisata dalam skala internasional saja, industri pariwisata yang ada di Indonesia juga terbilang lesu karena terdampak virus Covid-19 itu sendiri.

Jika dilihat secara spesifik, dapat dikatakan dampak dari virus Covid-19 ini juga banyak dirasakan oleh PHRI atau Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia. Di industri tersebut anjloknya okupansi mencapai angka 40%, dimana membawa pengaruh yang terbilang cukup besar di dalam kelangsungan bisnis perhotelan. Karena kejadian tersebut, beberapa hotel yang ada di Indonesia menghentikan sementara karyawan dan bahkan banyak juga yang dirumahkan.

Jadi, dapat disimpulkan jika industri pariwisata juga menjadi industri berdampak negatif virus Covid-19 dengan total kerugian yang sangat besar. Namun, dengan direnggangkannya ppkm dan meningkatnya minat staycation masyarakat, bisnis pariwisata lokal mulai berangsur pulih.

Sektor Industri Penerbangan
Selain berdampak pada industri pariwisata, sektor industri maskapai penerbangan ini termasuk juga dalam industri terdampak virus Covid-19 cukup tinggi. Hal tersebut karena adanya pandemi global kala itu, maskapai penerbangan menjadi terpaksa perlu mengurangi tingkat penerbangan internasional agar dapat mencegah adanya penyebaran virus Covid-19 semakin luas. Menurut beberapa pihak, PT Citilink Indonesia, selaku maskapai penerbangan Indonesia sudah mengurangi penerbangan internasional sesuai dengan kebijakan negara tujuan, misalnya saja Cina dan juga Jeddah.

Meskipun sangat terdampak virus Covid-19, Juliandra selaku Direktur Utama dari PT Citilink Indonesia, mengaku tidak memiliki niat untuk menghentikan hubungan kerja dari para karyawannya. Namun, juga ada kemungkinan terdapat beberapa maskapai penerbangan yang melakukan PHK secara besar-besaran pada beberapa karyawannya.

Denon Prawiraatmadja selaku Ketua Umum Indonesia National Air Carrier Association mengatakan melalui sebuah media jika beberapa maskapai penerbangan sudah memilih sebuah opsi untuk memilih menutup operasional penerbangan itu sendiri. Selain itu, beberapa pihak juga melakukan PHK pada karyawannya karena adanya pandemi Covid-19 tersebut untuk mengurangi resiko kerugian.

Sektor Industri di Bidang Manufaktur
Industri di bidang manufaktur ini sendiri juga menerima dampak yang cukup besar karena pandemi Covid-19. Secara khusus, sektor industri di bidang manufaktur yang terbilang paling terdampak Covid-19 ini adalah otomotif. Meskipun demikian, perusahaan pada bidang tersebut mungkin saja akan lebih berhati-hati ketika ingin mengambil langkah PHK. Hal tersebut karena untuk mencari tenaga profesional yang terampil pada industri tersebut memang tidaklah mudah.

Sektor Industri UMKM
Selain itu, ada juga industri UMKM yang cukup terdampak dengan adanya pandemi virus Covid-19. Saat ini, pebisnis UMKM sudah mulai mengalami berbagai kesulitan dalam menjalankan bisnis. Bahkan, ada banyak UMKM yang merasa jika omzet yang diperoleh turun drastis. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, bisnis UMKM saat ini sudah semakin membaik karena adanya dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah.

Beberapa sektor industri di Indonesia dan dunia memang sempat mengalami penurunan akibat terdampak virus Covid-19. Oleh karena itu, banyak sektor industri dimana lebih memilih untuk menutup bisnisnya agar menghindari kerugian yang lebih besar. Namun, salah satu cara untuk tetap mempertahankan bisnis tersebut adalah dengan cara online. Dengan cara ini, tidak terjadi kontak langsung antara pembeli dan penjual.

Dengan adanya konsep melakukan kegiatan bisnis secara online tersebut, tentu saja dibutuhkan transaksi secara online pula. Oleh karena itu, Duitku memberikan solusi yang tepat untuk Anda para masyarakat yang memiliki bisnis dan terdampak Covid-19.

Di payment gateway Indonesia ini, Anda dapat menggunakan dua pilihan sistem transaksi yang mudah dan praktis seperti payment gateway dan disbursement. Keduanya memberikan kemudahan dalam bertransaksi sehingga tidak perlu diragukan lagi keamanan dan kenyamanannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

×