kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.007,14   -0,66   -0.07%
  • EMAS987.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Bingung Pengajuan Pinjaman Online Kerap Ditolak?Lakukan 5 Hal Ini untuk Mengatasinya


Rabu, 03 Agustus 2022 / 10:34 WIB
Bingung Pengajuan Pinjaman Online Kerap Ditolak?Lakukan 5 Hal Ini untuk Mengatasinya
ILUSTRASI. Kontan - Indodana Seremonia Online.

Reporter: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal

KONTAN.CO.ID - Jika dibandingkan dengan produk pinjaman lainnya, pinjaman online memang terbilang memiliki syarat dan proses pengajuan yang lebih ringkas dan praktis. Meski begitu, bagi sebagian orang, pengajuan pinjaman online kerap terhambat oleh sejumlah kendala dan membuatnya tak bisa disetujui.

Bagi yang sudah pernah mengajukan kredit online, tentu tidak sulit untuk mengetahui alasan penolakannya. Namun, bagi Anda yang baru pertama kali memanfaatkan layanan keuangan berbasis digital resmi  tersebut mungkin akan bertanya-tanya terkait alasan pengajuan pinjaman online ditolak. Padahal, menurutnya, seluruh persyaratan dan dokumen yang perlu dilampirkan sudah dipenuhi.

Pada dasarnya, penolakan pengajuan pinjaman online terjadi karena suatu alasan yang jelas dari pihak penyedia layanan. Nah, tugas Anda adalah mencermati apa penyebab pengajuan ditolak oleh sistem pinjaman online. Untuk menjawab kebingungan Anda mengenai alasan pengajuan pinjaman online ditolak dan cara mengatasinya, ulasan berikut ini layak untuk disimak.

1. Pastikan Seluruh Persyaratan dan Data Pribadi yang Diminta Terpenuhi

Meski bisa diajukan dengan lebih mudah, Anda tetap harus memenuhi segala persyaratan yang diminta oleh penyedia pinjaman online. Selain itu, perhatikan pula data pribadi apa saja yang harus dilampirkan dan pastikan bahwa kualitas gambarnya bagus, tidak blur, serta mudah terbaca.

Karena tak harus melalui proses wawancara dan survei selayaknya pinjaman konvensional, penyedia pinjaman online hanya bisa menyeleksi calon nasabahnya melalui kelengkapan syarat dan data pribadi yang dilampirkan. Karena itu, jika ada satu saja syarat atau informasi pribadi yang tidak dipenuhi maupun terlihat mencurigakan, pihak pinjaman online tidak akan mengambil risiko dan memutuskan untuk melakukan penolakan.

Beberapa hal yang perlu dicermati saat melampirkan data diri adalah kesesuaiannya dengan KTP atau KK, foto selfie dengan membawa KTP terlihat jelas, dan kecocokan nama di KTP dengan rekening tujuan pengiriman dana pinjaman. Tidak hanya itu, pastikan pula nomor kontak yang diberikan aktif dan bisa dihubungi karena pihak pinjaman online sering kali melakukan verifikasi melalui panggilan telepon pada nomor tersebut.

2. Ajukan Pinjaman Online Sesuai Limit yang Diberikan

Jika seluruh persyaratan dan data pribadi telah terpenuhi secara lengkap dan akurat tapi pengajuan tetap ditolak, mungkin penyebabnya adalah Anda mengajukan pinjaman melebihi limit yang telah diberikan. Pemberian limit atau batas pinjaman ini bisa berbeda-beda antara nasabah karena didasarkan pada kondisi keuangannya.

Apabila nekat mengajukan pinjaman melebihi limit, pihak pinjaman online meragukan kondisi keuangan Anda mampu mengatasi besarnya beban cicilan yang nanti harus ditanggung. Pasalnya, dalam kondisi tersebut, risiko terjadi kredit macet atau gagal bayar akan menjadi jauh lebih tinggi.  Karenanya, jika calon nasabah mengajukan pinjaman online melebihi plafon yang telah diberikan, hampir dapat dipastikan permohonannya akan berakhir dengan penolakan.

3. Cek Riwayat Kredit dan Adakah Pinjaman yang Macet

Catatan riwayat pinjaman atau skor kredit yang dimiliki oleh seseorang umumnya akan terdata secara nasional pada Bank Indonesia melalui sistem yang disebut dengan SLIK OJK. Pada sistem tersebut, pihak pinjaman online mampu mengetahui apakah seseorang pernah mengajukan pinjaman pada lembaga keuangan lain, baik konvensional maupun berbasis digital.

Selain itu, jika ada tanggungan cicilan yang macet atau tertunggak, data tersebut juga bisa dilihat melalui SLIK OJK. Apabila Anda memiliki riwayat kredit yang buruk akibat kredit macet, sudah pasti pihak pinjaman online akan mengetahuinya. Jika benar demikian, maka pengajuan pinjaman yang dilakukan tidak akan disetujui karena risiko yang sama bisa saja terjadi kembali.

4. Berikan Akses pada Aplikasi Pinjaman Online

Ketika baru pertama kali menggunakan aplikasi pinjaman online, Anda akan diminta memberi izin akses terhadap beberapa fitur smartphone. Jika menganut pada aturan dari OJK, fitur smartphone yang boleh diakses oleh aplikasi pinjaman online yang resmi hanyalah microphone, kamera, dan lokasi. Tentunya, guna memastikan pengajuan pinjaman online diterima, Anda harus memberi izin akses terhadap ketiga fitur smartphone tersebut.

5. Ketahui Kondisi Keuangan dan Kemampuan Bayar

Setiap orang tentu memiliki kondisi keuangan yang berbeda-beda yang perlu disesuaikan dengan nominal pinjaman yang nantinya akan diajukan. Idealnya, beban cicilan yang boleh dimiliki oleh seseorang adalah 30 persen dari penghasilan per bulannya. Lebih dari rasio tersebut, risiko mengalami gagal bayar atau kredit macet rentan terjadi.

Jika hal tersebut diketahui oleh pihak pemberi pinjaman, peluang pengajuan pinjaman dikabulkan sudah pasti sangat kecil. Oleh karena itu, sebelum mengajukan pinjaman online, ketahui dulu kondisi keuangan dan kemampuan bayar agar mengetahui berapa besar nominal cicilan yang sanggup dilunasi setiap bulan.

Cermati Alasan Pengajuan Pinjaman Ditolak agar Tahu Solusi untuk Mengatasinya

Pada dasarnya, pihak pinjaman online memiliki alasan yang jelas terkait mengapa pengajuan layanan yang diajukan oleh calon nasabah ditolak. Beberapa contohnya adalah data diri yang kurang lengkap, ada persyaratan yang tak terpenuhi, pinjaman melebihi limit, sampai izin akses fitur smartphone tidak diberikan. Nah, jika mengetahui alasan pengajuan pinjaman online ditolak, Anda bisa dengan mudah mencari solusi untuk mengatasinya guna memastikan pengajuan selanjutnya dikabulkan.

Selanjutnya: Laba OCBC di Kuartal 2 Melonjak 28%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Data Analysis with Excel Pivot Table Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

×