kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45970,79   2,64   0.27%
  • EMAS928.000 0,32%
  • RD.SAHAM -0.21%
  • RD.CAMPURAN -0.01%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.05%

Education Stakeholder Engagament Meeting '21 oleh Program BRIDGE Australia-Indonesia


Rabu, 22 September 2021 / 16:50 WIB
Education Stakeholder Engagament Meeting '21 oleh Program BRIDGE Australia-Indonesia
ILUSTRASI. Kontan. - Program BRIDGE Australia-Indonesia Seremonia Online

Reporter: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal

KONTAN.CO.ID - Jakarta, 15 September 2021 Hari ini, Program Kemitraan Sekolah BRIDGE Australia-Indonesia menyelenggarakan Rapat Pemangku Kepentingan dalam Pendidikan (Education Stakeholder Engagament Meeting). Didanai oleh Pemerintah Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT). Program BRIDGE diimplementasikan oleh Asia Education Foundation (AEF) di bawah Asialink, the University of Melbourne, Australia.

Diadakan secara daring mengingat pandemi COVID-19, Rapat Pemangku Kepentingan dalam Pendidikan ini dihadiri oleh perwakilan Kepala Dinas Pendidikan (tingkat provinsi, kabupaten dan kota) serta Kepala Kantor dan Kantor Wilayah Kementerian Agama di 18 provinsi di Indonesia, yang menaungi 195 sekolah-sekolah dan madrasah-madrasah yang terlibat dalam Program BRIDGE. Pertemuan ini bertujuan untuk Menginformasikan kemajuan dari Program BRIDGE, merayakan dampak program, serta menyoroti pentingnya kontribusi pemangku kepentingan, dalam hal ini pemerintah daerah, dalam mendukung kesuksesan Program Kemitraan Sekolah BRIDGE Australia-Indonesia.

Pencapaian di periode 2020-2021 termasuk:

  • Mengembangkan keterampilan profesional pendidik dengan menyelenggarakan lebih dari 7 pelatihan dan sesi berbagi pengetahuan lainnya, yang dipandu oleh pakar pendidikan terkemuka dan dihadiri oleh para pendidik di seluruh Australia dan Indonesia. 
  • Penandatanganan Catatan Kesepahaman dengan 11 sekolah baru di Indonesia, serta memperbaharui 10 Catatan Kesepahaman dengan 10 sekolah aktif yang telah bermitra untuk bergabung dalam program kemitraan sekolah internasional yang telah berjalan lama ini. Hal ini memberikan akses kepada 32 guru baru untuk menjadi bagian dari jaringan pendidik global.
  • Mendukung keberlanjutan setidaknya 26 kemitraan sekolah dengan memberikan dana hibah yang telah dan akan digunakan untuk menyelenggarakan proyek-proyek kolaboratif dan pengembangan profesional lebih lanjut.

Awal pertemuan ini diisi dengan sambutan dari Bapak Luke Brown, Counsellor dan Juru Bicara Kedutaan Besar Australia di Jakarta. 

Direktur Eksekutif AEF Bapak Hamish Curry, dalam sambutannya pula menyampaikan ucapan terima kasih beliau atas dukungan pemerintah daerah dalam menyukseskan program kemitraan sekolah bilateral ini. Beliau pun menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah, dalam mendukung keberlanjutan Program Kemitraan Sekolah BRIDGE yang telah berlangsung lama.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari: 

  • Dr. Santi Ambarrukmi, M.Ed. selaku Direktur Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini yang mewakili Direktur-Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
  •  Dr. Muhammad Zain S.Ag, M.Ag, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama menyampaikan pidato beliau.

Profesor Dr. Ir. R. Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA, menyampaikan presentasi membangun koneksi global dalam pendidikan. Dalam paparannya, Profesor Eko menekankan pentingnya sekolah dan madrasah dalam mempersiapkan siswanya menjadi warga negara dunia yang aktif dan berpengetahuan luas. Ini dapat dilakukan dengan cara-cara inovatif yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam berkolaborasi dengan komunitas global yang lebih luas.

Program BRIDGE menghubungkan sekolah dan madrasah di Indonesia dengan sekolah-sekolah di Australia. Sejak dimulainya pada tahun 2008, Program Kemitraan Sekolah BRIDGE telah membentuk lebih dari 195 kemitraan sekolah. Sebagai bagian Program BRIDGE, setiap kemitraan (melalui guru-guru terpilih) mendapatkan akses ke berbagai pembelajaran profesional dan kegiatan-kegiatan dukungan lainnya. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kapasitas pendidik dari segi pedagogi, teknologi informasi dan komunikasi, serta pembelajaran interkultural.

Ini merupakan kali kedua Program BRIDGE mengadakan Kegiatan Rapat Pemangku Kepentingan dalam Pendidikan secara virtual. Di akhir tahun 2020, Program BRIDGE menghadirkan para pengawas sekolah dan madrasah untuk dalam kegiatan serupa dalam mengapresiasi dukungan mereka sebagai mentor kepada sekolah/madrasah dan penghubung dengan pemerintah daerah. Sebagai kelanjutan, Program BRIDGE berencana untuk mengadakan kegiatan serupa di tahun 2022.

Program Kemitraan Sekolah BRIDGE didanai oleh Pemerintah Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) dan diimplementasikan oleh Asia Education Foundation (AEF) di bawah the University of Melbourne, Australia.

BRIDGE merupakan singkatan dari Building Relationships through Intercultural Dialogue and Growing Engagement. Program Kemitraan Sekolah BRIDGE Australia-Indonesia menghubungkan komunitas sekolah di 18 provinsi di Indonesia dan seluruh negara bagian dan teritori di Australia untuk mendukung pembelajaran kolaboratif dan pedagogi melalui kemitraan sekolah internasional. Sejak 2008 hingga 2021, Program ini telah menjalin 195 kemitraan sekolah dan mengembangkan kapasitas lebih dari 780 pendidik.

Informasi lebih lanjut tentang Program Kemitraan Sekolah BRIDGE Australia-Indonesia: asiaeducation.edu.au/BRIDGE


Tag

TERBARU

×