kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Heboh Soal Virus Corona, Masih Banyak yang Bingung, Apa Perbedaan Virus dan Bakteri


Senin, 27 Januari 2020 / 16:34 WIB
Heboh Soal Virus Corona, Masih Banyak yang Bingung, Apa Perbedaan Virus dan Bakteri
ILUSTRASI. Azwin (Virus Corona) - Kontan Seremonia Online

Reporter: Adv Team | Editor: Ridwal Prima Gozal

KONTAN.CO.ID - Masyarakat dunia sekarang sedang dibuat cemas oleh virus corona yang menyebar dengan cepat ke berbagai negara. Dilansir dari internasional.kontan.co.id, wabah ini mulai menyerang kota Wuhan yang berada di China Tengah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan jika virus baru ini menyebabkan pneumonia. Sudah banyak korban meninggal selama wabah menjangkit, jumlahnya mencapai ratusan orang.

Virus ini memiliki asal usul dari kelelawar dan mirip dengan Sars. Namun menurut penelitian, virus corona lebih mudah dihancurkan dibanding Sars, tapi sangat menular. Penularannya sendiri bisa melalui cairan dan juga melalui udara, batuk dan bersih. Tak heran para pramugari Cathay menuntut hak masker. Pengetahuan mengenai virus ini sangat penting, namun banyak orang masih bingung membedakannya dengan bakteri. Maka dari itulah penting sekali mempelajari perbedaan virus dan bakteri terlebih dahulu karena masih banyak orang bingung membedakannya.

Perbedaaan Virus dan Bakteri

Dikutip dari kbbi, virus merupakan mikroba yang tidak bisa hidup tanpa menempel pada induknya, ia dapat berkembang biak sebagai parasit dan menempel di makhluk hidup lainnya. Karena parasit inilah, virus bisa membuat induknya mati atau membuat sel normal menjadi berbahaya untuk tubuh. Bentuknya begitu kecil dan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Perlu bantuan mikroskop untuk melihatnya, tentu saja dengan pembesaran yang banyak. Materi penyusunnya adalah RNA atau DNA.

Sementara bakteri adalah jasad renik atau mikroba yang tidak memiliki inti sel, namun ukurannya lebih besar dibandingkan dengan virus. Jika diibaratkan sebuah kota, bakteri ini adalah mobil dan virus adalah sebuah bola. Cara melihatnya juga dengan memanfaatkan mikroskop, lebih mudah dilihat dibanding virus. Sementara materi genetik penyusunnya adalah DNA.

 

Penyebaran Virus dan Bakteri

Baik itu virus ataupun bakteri, keduanya merupakan jenis mikroba yang bisa menyebabkan penyakit. Cara penyebarannya juga hampir sama. Mulai bersentuhan dengan benda-benda yang tidak steril, bersentuhan dengan berbagai cairan orang sakit (urine, air liur, muntahan, sampai dengan tinja), mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi dengan virus dan bakteri serta menghirup udara yang sudah terkontaminasi (lewat batuk ataupun juga bersin). Karena cara penyebarannya yang sama inilah, banyak orang menyamakan virus dan bakteri.

 

Pencegahan Dini yang Bisa Dilakukan

Dengan pola penyebaran yang sama, ada beberapa pencegahan dini yang bisa dilakukan untuk menghindari virus ataupun bakteri. Pertama bisa mulai dari mencuci tangan dengan sabun setelah melakukan berbagai aktivitas, terutama setelah pergi ke toilet umum ataupun menggunakan fasilitas massa lain. Selain itu selalu menjaga higienitas makanan yang disantap.

 

Ditambah lagi melakukan vaksinasi jika diperlukan. Dilansir dari Kompas.com, vaksin telah terbukti membantu pencegahan penyakit seperti halnya human papillomavirus (HPV), flu, hepatitis A dan B, dan lain-lain. Serta menghindari berbagai perilaku yang beresiko (misalnya saja seks bebas ataupun narkoba).

 

Beda Cara Pengobatan Virus dan Bakteri

 

Meskipun cara penyebaran dan pencegahan dini sama, namun teknik pengobatan yang dilakukan cukup berbeda. Untuk penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus, misalnya saja herpes, flus, HIV/AIDS sudah ditemukan antivirus. Sementara untuk bakteri, antibiotik sangat diperlukan. Namun penggunaan antibiotik secara terus menerus tidak dianjurkan lantaran bisa membuat bakteri bisa kebal.

 

Mana yang Lebih Bahaya, Virus Atau Bakteri?

 

Belum ada penelitian ilmiah yang menyatakan virus lebih berbahaya dibandingkan dengan bakteri, ataupun sebaliknya. Karena tergantung pada jenis dan seberapa banyak jumlahnya di dalam tubuh sampai bisa menjadi sangat berbahaya. Namun jika dilihat dari sifat dan keparahannya, virus dianggap lebih susah untuk disembuhkan. Jika bisa disembuhkan, membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena hal ini dipengaruhi oleh cara hidup virus yang perlu inang, seringkali sel-sel normal tubuh yang tengah berkembang.

 

Karena kabar mengenai virus corona ini masih begitu hangat, perlu pencegahan yang ekstra jika akan traveling ke China. Bawa masker dan selalu berhati-hati saat berinteraksi dengan orang lain. Semoga ulasannya bermanfaat.


Tag

TERBARU
Terpopuler

×