kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45851,73   -3,10   -0.36%
  • EMAS922.000 0,55%
  • RD.SAHAM -0.15%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Mempelajari Humanistik Buddhisme melalui Kelas Online Buddha Dharma


Senin, 31 Mei 2021 / 16:49 WIB
Mempelajari Humanistik Buddhisme melalui Kelas Online Buddha Dharma

Reporter: Adv Team | Editor: indah sulistyorini

Institut Fo Guang Shan Dong Zen Malaysia yang merupakan institut agama Buddha dibawah naungan Universitas Tsung Lin, Fo Guang Shan, Taiwan untuk pertama kalinya menyelenggarakan kelas online Buddha Dharma dalam Bahasa Indonesia. Program ini ditujukan untuk anak muda berusia 18-40 tahun yang berminat mempelajari agama Buddha terutama ajaran Buddhisme Humanistik yang dikembangkan dan dipromosikan oleh Venerable Master Hsing Yun, pendiri Fo Guang Shan, vihara terbesar di Taiwan yang memiliki lebih dari 300 cabang di lima benua. Program ini terdiri dari delapan kelas setiap Jumat mulai 28 Mei – 16 Juli 2021 dengan materi meliputi: Riwayat Hyang Buddha, Ajaran Hyang Buddha, Bagaimana menjadi seorang Buddhis yang baik, Mengenal Venerable Master Hsing Yun, Buddhisme Humanistik, Meditasi, Buddha Dharma dan Psikologi, dan Praktek Menyalin Sutra.

Upacara pembukaan kelas online Buddha Dharma ini dilangsungkan secara virtual melalui Zoom Jumat, 28 Mei 2021 yang dihadiri oleh Bhiksuni Jue Cheng, Kepala Vihara Fo Guang Shan Malaysia, SIngapura, Thailand, India dan Indonesia dan juga Kepala Institut Fo Guang Shan Dong Zen Malaysia;  Bhiksuni Miao Nan, Rektor Universitas Tsung Lin, Fo Guang Shan, Taiwan; Bhiksu Nirmana Sasana, Pembina Institut Dong Zen Indonesia (IDZI); Bhiksuni Ru Yin, Guru Pembimbing Institut Fo Guang Shan Dong Zen Malaysia, Bhiksuni Bhadra Sastra, Bhiksuni Bhadra Vimala, Bhiksu Hui Shang, Bhiksuni Xian An, Bhiksuni Xian Le, Bhiksuni Zong Ru, Bhiksuni Jue Deng, tamu undangan, para siswa dari Institut Fo Guang Shan India, serta hampir seratus siswa dari seluruh Indonesia yang terdaftar dalam program ini.

Dalam sambutannya, Bhiksuni Jue Cheng, menekankan empat poin penting kepada para siswa yaitu, lestarikan semangat ajaran Guru kita, Hyang Buddha; menggali kembali ajaran Hyang Buddha yang ada di awal pendirian candi Boroboudur dan terjemahan sutra agama Buddha; menumbuhkan semangat ajaran Buddhisme Humanistik, yang dikembangkan oleh Venerable Master Hsing Yun, sehingga dapat maju dan berkembang di Indonesia; serta mempraktekkan Buddhisme Humanistik sehingga dapat berkontribusi secara nyata untuk menjaga keharmonisan bangsa Indonesia yang memiliki beragam suku, agama dan ras.

Selanjutnya Bhiksuni Miao Nan, Dekan Universitas Tsung Lin, Fo Guang Shan, Taiwan secara khusus mengajak mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh Pendidikan disana untuk berbagi tiga kunci hidup dengan para siswa kelas online Buddha Dharma. Pertama adalah Bhiksu Hui Quan, mahasiswa tahun ketiga dari kelas putra yang berbagi tentang muncunya keberanian dan komitmen setelah mempelajari Agama Buddha. Selanjutnya, kunci hidup kedua yaitu belajar bagaimana melepas dan hidup bahagia dalam kesederhanaan disampaikan oleh Bhiksuni Zhi Min yang merupakan mahasiswi tingkat tiga dari kelas putri. Kunci hidup terakhir adalah memperlakukan semua orang dengan hati yang sama, hal ini disampaikan oleh mahasiswi tingkat tiga lainnya, Bhiksuni Zhi Neng. Sebagai penutup dalam sambutan beliau, Bhiksuni Miao Nan dengan penuh kasih mendorong para siswa untuk dapat menghubungkan kehidupan mereka dengan Dharma dan membuat hidup lebih bermakna dan bahagia. Beliau juga berharap agar Buddhisme Indonesia dapat berkembang di masa depan.

Bhiksu Nirmana Sasana, Pembina Institut Dong Zen Indonesia (IDZI) menyampaikan bahwa sebagai seorang Buddhis, kita harus memahami Dharma. Pelajarilah Dharma dengan dengan baik dan penuh hormat, dan lebih penting lagi bagaimana menerapkan Dharma ke dalam hidup kita. Mempelajari, memahami dan mempraktekkan Jalan Berunsur Delapan dan Tiga Kebaikan maka kita akan memahami tujuan hidup yang benar dan pada akhirnya dapat menjalani hidup yang baik dan benar. Ketika kita berinteraksi dengan orang lain, kita harus dapat memposisikan diri dan mencoba memahami orang lain dengan sudut pandang yang berbeda serta mempraktekkan "Tiga Kebaikan" yaitu berbuat baik, berkata baik, dan berpikir baik sehingga hidup akan lebih tenteram dan bahagia. Beliau percaya bahwa semua siswa yang mendaftar di kelas online Budha Dharma adalah orang-orang yang baik dan hebat.

Kelas online ini menyatukan semua orang secara virtual dan setelah foto bersama yang penuh kebahagiaan, penutupan acara mengiringi tamu undangan meninggalkan ruangan Zoom. Acara kemudian dilanjutkan dengan kelas pertama “Riwayat Sang Buddha” yang dibawakan oleh Bhiksuni Bhadra Sastra. Para siswa mendengarkan dengan penuh semangat kisah hidup Buddha mulai dari kelahiran, perjuangan melatih diri, pencapaian kesempurnaan menjadi Buddha, mengajar Dharma hingga Parinibbana yang dibahas secara detail dalam kelas perdana ini.

Kelas perdana dirangkai dengan diskusi kelompok. Para siswa dibagi menjadi empat kelompok kecil dengan guru pembimbing untuk berdiskusi lebih lanjut tentang materi pelajaran yang telah dipelajari serta berinteraksi lebih dekat dengan anggota kelompok lainnya. Acara diakhiri dengan pelimpahan jasa bersama-sama. Sampai jumpa di kelas berikutnya.


Tag

TERBARU

×