kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Technopreneurship Dalam Industri Kreatif


Senin, 02 Desember 2019 / 14:28 WIB
Technopreneurship Dalam Industri Kreatif
ILUSTRASI. UMN - Kontan Seremonia Online

Sumber: Commercial Content | Editor: Ridwal Prima Gozal

KONTAN.CO.ID - TANGERANG, 30/11/2019 – Technopreneurship mengambil peran dalam industri kreatif. Tentunya untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan yang didukung oleh teknologi. Dengan jiwa technopreneurship, suatu karya industri kreatif tidak hanya bisa dipercantik desainnya, melainkan juga ditingkatkan kualitas produksinya dan ditepatkan waktu pengirimannya.

Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Multimedia Nusantara Ninok Leksono saat memberikan sambutan dalam acara Wisuda XVI UMN di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD-Tangerang pada Sabtu (30/11).

UMN - Kontan Seremonia Online

Menurut Ninok, semakin banyak pemain di industri kreatif, semakin sengit pula persaingannya, maka peranan teknologi semakin kritis. Namun, teknologi saja belum tentu efektif jika tidak disertai dengan jiwa technopreneurship.

Di tengah peluang kerja tradisional yang makin terbatas dan peluang baru di era digital yang makin besar, UMN terus berupaya membentuk karakter lulusan yang memiliki jiwa technopreneurship.

“Melalui pembaruan kurikulum, tata ulang metode pembelajaran seperti penerapan collaborative learning, ditambah dengan menu entrepreneurship dan juga motivasi untuk menjadi insan pembelajar yang adaptif, diharapkan mahasiswa UMN setelah lulus punya bekal untuk menjadi technopreneurship,” jelas Ninok.

UMN - Kontan Seremonia Online

Hasilnya, sebanyak 854 mahasiswa diluluskan pada seremoni Wisuda XVI UMN. Sebagian besar dari mereka sudah bekerja dan berwirausaha sebelum diwisuda.

Pada kesempatan yang sama, pegiat digital dan pendiri tech-based company pertama di Indonesia bubu.com Shinta W. Dhanuwardoyo memaparkan bahwa saat ini peluang technopreneurship besar sekali. Untuk itu, para lulusan jangan takut untuk mencoba.

“Peluang technopreneurship dalam industri kreatif itu besar sekali. Tidak semua harus menjadi entrepreneur. Cobalah cara baru untuk mencari tempat yang kalian anggap cocok dengan apa yang menjadi identitas diri kalian dan juga passion kalian. Jangan takut untuk gagal, karena kesuksesan itu adalah statistic game. Kalau kita tidak mencoba, kita tidak tahu akan berhasil atau tidak,” papar Shinta.

UMN - Kontan Seremonia Online

Shinta berharap para lulusan memiliki mimpi dan berani untuk mengeksekusinya.

“Dalam industri kreatif memiliki mimpi saja tidak cukup. Kalian harus memiliki mimpi dan berani untuk mengeksekusinya. Lakukanlah sesuai passion kalian,” harap Shinta.

Lulusan terbaik Wisuda XVI UMN diberikan kepada lulusan program studi (prodi) Teknik Komputer UMN William Darian. Selain memiliki prestasi akademik dengan meraih IPK 3.96, William juga aktif mengikuti berbagai kegiatan mulai dari organisasi mahasiswa, perlombaan di China, hingga study visit ke Jerman.

William juga mengungkapkan fasilitas laboratorium yang disediakan UMN untuk menunjang perkuliahan, berbagai kegiatan organisasi mahasiswa dan program study visit membuat kemampuan soft skill-nya terasah.

“Terima kasih UMN atas fasilitas perkuliahan, berbagai kegiatan kemahasiswaan dan program kerjasama dengan industri. Banyak ide, usaha dan pencapaian yang dilahirkan di laboratorium Embedded System UMN. Selain itu, saya dan 13 mahasiswa Fakultas Teknik dan Informatika UMN juga mendapatkan hibah DAAD untuk study visit di Köln Jerman. Di sana, otomasi robotiknya jauh lebih maju, layaknya gambaran industri 4.0. Pengalaman ini membuka mata saya tentang apa yang bisa dilakukan Indonesia yang kaya akan sumber daya,” ungkap William yang sudah bekerja sebagai Software Engineer PT Dwi Cermat Indonesia (Cermati.com).

Selain itu, lulusan prodi Ilmu Komunikasi UMN Claudia Suwardi lulus dengan predikat Cendekia Oetama. Selama berkuliah, Claudia sangat aktif mengikuti berbagai perlombaan hingga ke mancanegara, mulai dari lomba news presenting, Kyoto International Film and Art Festival 2018 di Jepang, hingga Eat & Travel Film Festival di Korea Selatan. Menurutnya dengan mengikuti perlombaan, ia dapat melatih jiwa kompetitif sesuai dengan salah satu corporate value Kompas Gramedia (5C), yaitu competitive.

“Saya sering mengikuti lomba di luar kampus untuk lebih mengetahui kapasitas diri dan melatih jiwa kompetitif. Saya juga berterima kasih kepada UMN karena sudah memberikan saya kesempatan untuk melakukan kerja magang dengan International Games Broadcast Services (host broadcaster dari Asian Games 2018 Jakarta-Palembang) dan berkontribusi langsung dalam perhelatan olahraga terbesar ke-2 di dunia,” tutup Claudia yang kini bekerja sebagai Assistant Brand Manager Lifebuoy Unilever Indonesia.

Pada Wisuda XVI UMN, terpilih 8 wisudawan terbaik yang mewakili 8 program studi (prodi). Mereka adalah William Darian dari prodi Teknik Komputer, Kennard Alcander Prayogo dari prodi Informatika, Stephanie Eunike dari prodi Ilmu Komunikasi, Henny dari prodi Manajemen, Ovita Pattari Purnamadjaya dari prodi DKV, Denise Taslim dari prodi Film, Gracella Pioleta dari prodi Akuntansi, dan Jason Kuanca dari prodi Sistem Informasi.

Merupakan tradisi bagi UMN untuk mengangkat tema kedaerahan dalam kegiatan wisudanya. Wisuda XVI kali ini bertemakan adat daerah Maluku. Tata panggung dan seluruh dekorasi area kegiatan dibuat dalam nuansa daerah Maluku. Tak hanya itu, UMN juga menampilkan tari-tarian dan lagu-lagu daerah Maluku untuk menyemarakkan nuansa kedaerahan pada Wisuda XVI UMN. (RK/CRA)


Tag

TERBARU

×