kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45964,54   14,39   1.51%
  • EMAS989.000 9.409,62%
  • RD.SAHAM -1.34%
  • RD.CAMPURAN -0.36%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.03%

Warna Mobil Bekas Pengaruhi Harga Jual Kembali, Hindari Warna Ini


Jumat, 17 Juni 2022 / 15:42 WIB
Warna Mobil Bekas Pengaruhi Harga Jual Kembali, Hindari Warna Ini
ILUSTRASI. Kontan - Cintamobil Seremonia Online. pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/07/06/2022

Reporter: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal

KONTAN.CO.ID - Anggapan yang menyatakan bahwa warna mobil mempengaruhi harga jual mobil bekas dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dilakukan oleh iSeeCars. Laman otomotif ini meneliti harga yang ditawarkan oleh 650.000 unit mobil bekas berusia tiga tahun dan membandingkan harga dari berbagai segmen dan warnanya.

“Warna kendaraan adalah salah satu pertimbangan utama setelah pembeli memutuskan merek dan modelnya,” jelas Karl Brauer selaku Executive Analyst iSeeCars. “Dengan depresiasi sebagai biaya kepemilikan kendaraan terbesar, konsumen harus hati-hati mempertimbangkan pilihan warna mereka – terutama jika mereka berencana untuk menjual kendaraan mereka.”

Harga Jual Kembali Berdasarkan Warna

Tak sedikit yang memilih mobil berdasarkan selera. Tapi sayangnya, beberapa mobil memiliki penurunan harga bekas yang jauh lebih signifikan dibandingkan dengan warna lainnya. Hal ini tentu saja tidak didasari oleh kondisi mobil, namun karena ketersediaan di pasaran mobil bekas yang lebih sedikit.

Hal ini terlihat dari depresiasi harga mobil bekas berusia tiga tahun yang diteliti oleh iSeeCars. Terlihat bahwa mobil dengan warna yang lebih cerah dan jarang ditemukan di pasaran memiliki depresiasi yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan mobil berwarna umum.

Misalnya saja mobil berwarna kuning ternyata menawarkan depresiasi terendah dari semua warna mobil bekas. Hanya ada 4.5% pengurangan atau depresiasi untuk model berusia tiga tahun, dengan nilai depresiasi sebesar $ 3.155 (Rp 46 jutaan).

Warna kuning hanya mengalami 30% depresiasi dibandingkan rata-rata mobil bekas di pasaran. Disebut sebagai warna yang tak populer, mobil ini banyak digunakan oleh mobil sport dan mobil yang dengan volume rendah. Sehingga orang-orang bersedia untuk membelinya dengan harga yang tinggi.

Sementara itu mobil berwarna emas dan cokelat memiliki depresiasi tertinggi dari semua jenis warna mobil. Mobil berwarna emas mendapatkan 16.7% depresiasi setelah berusia tiga tahun, atau sebesar $ 6.719 (Rp 99 jutaan), sementara mobil berwarna cokelat tercatat 17.8% atau $ 7.642 (Rp 113 jutaan).

Harga Jual Kembali Berdasarkan Segmen

Dengan banyaknya segmen mobil yang dipasarkan di dunia saat ini, iSeeCars juga menemukan ternyata ada perbedaan antara segmen mobil dan warna yang dimiliki yang mempengaruhi harga jual kembali mobil tersebut. Karena semua segmen memiliki pangsa pasar dan ciri khasnya masing-masing.

Warna mobil SUV

Bisa dibilang mobil SUV menjadi salah satu model yang banyak digemari dalam beberapa tahun ke belakang. Tampilannya yang terkesan tangguh dan mampu dibawa ke berbagai medan menjadi salah satu alasan popularitas mobil ini. Sehingga mobil bekasnya pun banyak ditemukan di pasaran.

Sementara untuk warnanya sendiri, kebanyakan SUV berwarna kuning memiliki daya tahan terhadap depresiasi harga yang lebih tinggi dibandingkan warna lain. Bahkan untuk mobil berusia 3 tahun atau lebih, depresiasinya hanya tercatat -2.7%, atau berkurang sekitar $ 1.437 (Rp 21 jutaan).

Sementara warna mobil yang membuat harga SUV bekas semakin jatuh adalah warna emas dengan nilai depresiasi 18.6% atau penurunan sekitar $ 7.323 (Rp 108 jutaan) dan warna cokelat dengan depresiasi sebesar 19.4%, atau senilai $ 8.326 (Rp 123 jutaan). Rata-rata depresiasi SUV adalah 16.6% atau $ 6.949 (Rp 102 jutaan).

Warna mobil MPV

Dibandingkan dengan model lainnya yang diteliti oleh iSeeCars, ternyata MPV atau minivan merupakan segmen dengan depresiasi yang paling tinggi dibandingkan segmen lainnya. Menariknya, warna yang paling jarang ditemui menjadi warna yang paling tahan terhadap depresiasi.

Penelitian tersebut menemukan bahwa MPV berwarna hijeu memiliki daya tahan yang cukup tinggi dibandingkan warna lainnya. Warna ini memiliki 13.9% pengurangan dibandingkan harga mobil barunya, atau seharga $ 6.034 (Rp 89 jutaan). Dimana rata-rata depresiasi mobil MPV berada di angka 18.4% atau senilai $ 7.989 (Rp 118 jutaan)

Sementara itu tiga warna yang paling banyak mengalami depresiasi adalah warna putih sebesar 18.6% atau $ 8.241 (Rp 121 jutaan), warna hitam sebesar 20.6% atau $ 9.065 (Rp 134 jutaan) dan warna merah dengan depresiasi terbesar 21.0% atau senilai $ 9.155 (Rp 135 jutaan).

Warna mobil sedan

Meski saat ini semakin ditinggalkan, tapi penggemar mobil sedan masih sangat banyak tersebar di seluruh dunia sebagai mobil perkotaan sampai dengan mobil untuk keluarga kecil. Menariknya, mobil sedan dengan warna yang mencolok ternyata lebih tahan terhadap depresiasi dibandingkan dengan warna lainnya.

Misalnya saja sedan berwarna ungu hanya mengalami depresiasi sebesar 10.7% atau senilai $ 4.053 (Rp 60 jutaan), sedangkan mobil sedan merah memiliki depresiasi sebesar 11.9% atau $ 3.565 (Rp 52 jutaan). Padahal rata-rata depresiasi mobil sedan tercatat di angka 14.0% atau $ 4.708 (Rp 69 jutaan).

Tiga warna dengan harga paling jatuh adalah warna umum, yaitu putih dengan nilai 14.4% atau $.5.040 (Rp 74 jutaan), dilanjutkan dengan warna cokelat dengan nilai 14.6% atau sebesar $ 5.278 (Rp 78 jutaan). Dan sedan yang patut dihindari agar tidak mendapatkan depresiasi yang tinggi adalah sedan berwarna hitam dengan presentase 15.5% atau sebesar $ 5.666 (Rp 83 jutaan).

Warna mobil pikap

Mobil pikap merupakan salah satu model yang cukup digemari di Amerika karena memiliki utilitas yang tinggi dan bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Yang menarik dari mobil pikap adalah warna-warna nyentrik ternyata lebih rentan terhadap depresiasi harga jual mobil bekas di pasaran.

Bagi penggemar mobil pikap disarankan untuk memilih mobil berwarna beige. Karena warna ini hanya mendapatkan depresiasi sebesar 3.8%, atau sebesar $ 1.657 (Rp 24 jutaan). Bandingkan dengan rata-rata depresiasi yang didapatkan oleh mobil pikap senilai 11.7% atau $ 5.419 (Rp 80 jutaan).

Warna ungu patut dihindari agar tidak mengalami depresiasi yang tinggi, sebesar 12.7% atau $ 6.158 (Rp 90 jutaan). Begitu pula dengan mobil pikap berwarna kuning yang mendapatkan depresiasi 14.6% senilai $ 6.681 (Rp 98 jutaan). Sementara warna hijau mengalami penurunan yang paling tinggi, yaitu sebesar 14.8% atau $ 7.310 (Rp 108 jutaan).

Kesimpulan

Dengan mobil berwarna kuning memiliki daya tahan terhadap depresiasi yang lebih baik, warna mobil yang lebih umum ternyata lebih mudah jatuh dibandingkan warna lainnya. Begitu pula dengan warna nyentrik lainnya, seperti merah, hijau, dan biru yang mengalami depresiasi sedikit lebih baik dibandingkan mobil rata-rata.

Mobil berwarna putih, hitam, abu-abu dan perak adalah warna mobil yang populer, dan memiliki depresiasi pada tingkat yang mendekati rata-rata.Warna mobil bekas yang lebih umum seringkali memiliki banyak pasokan di dealer atau penjual. Ketersediaannya yang banyak membuat warna ini cukup mudah ditawar dan memiliki depresiasi yang tinggi.

Selain warna mobil bekas, membeli mobil juga tergantung dengan kondisinya. Pilih mobil dengan kondisi terbaik dan berkualitas untuk menghindari pengeluaran yang lebih besar di kemudian hari. Bagi Anda yang ingin mencari mobil bekas berkualitas, dapatkan berbagai pilihan terbaik hanya di Cintamobil.com.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

×